Sunday, January 18, 2015

Milda Gisma
Once again, it's monday morning again. 
Face the real life, face the truth, face the pain, face it with louder laugh or with one bright smile you ever have. Knowing that not everyone is perfect, knowing that sometimes we gotta be so silly, so rude, so unpredictable or anything. Every person stalking, some people gotta be so disguisting because they're copy what we do. And some people trying to tell bad things about us and then every stupid persons are believing it. Why they just cant honestly saying it to us? Yeah, this is life. They prefer talk behind. All we gonna do is pretend doesn't know, pray in heart and smiling. Knowing that always there's a way to understand and forgive people who hurt us.

Wednesday, January 14, 2015

Milda Gisma

debaran yang terasa begitu kentara, semakin hari semakin keras degupnya.

mungkinkah hati telah ikut bicara? atau ini hanya perasaan semata?

tapi akhir-akhir ini mimpi hanya tentangmu saja.

aku ragu membedakan antara angan dan rasa.

terkadang aku termenung ini suka apa cinta?

Monday, January 12, 2015

Milda Gisma
Kebahagiaan yang engkau cari hanya sedekat kening dan sajadahmu. 
Seseorang yang engkau cintai hanya sedekat engkau dan Nya. 

aamiin.

Wednesday, January 7, 2015

Milda Gisma
Aku? menangisi yang menyerah? Sejak kapan?
Kenapa harus menangisi yang menyerah? yang pergi biarlah pergi!
Jikalaupun aku kecewa, aku hanya bicara pada Maha cinta.
Tanyakan pada siapa saja, aku semenjak dulu lebih suka menertawai kuat kisahku yang berakhir.
mungkin memang dihatiku tidak pernah ada yang benar-benar singgah.
mungkin memang aku ternyata yang tak pernah benar-benar membuka hati.
mungkin memang hatiku tak pernah ijinkan yang lain masuk.
mungkin belum.
karena semenjak dulu masih satu inisial; GH.

Milda Gisma
Cinta kekal, manusianya yang mati.
Raganya hidup, jiwanya yang mati.
Ragu akan adanya kembali, karna hujan tak selalu mempersembahkan pelangi.
Biarlah sendiri daripada menyiksa diri dari yang menyerah dan menyiksa diri.

Tuesday, January 6, 2015

Duniaku Pahit (lagi).

Milda Gisma
Duniaku mulai pahit, lagi. Apa yang kurasa kini hambar. Sekuat apapun aku mencecap ini bagaikan tiada rasa. Entah apa yang telah terjadi, yang awalnya penuh pelangi kini mendadak menjadi hitam putih. Aku bingung apa yang sedang kulalui, seketika duniaku buram. Aku coba untuk tetap berjejak pada tanah, namun langkahku semakin oleng. Aku coba berpegangan pada langit, namun aku terlanjur tergelincir pada licinnya peradaban. Tak ada lagi sinar terang, baik pagi atau malam. Tak juga ada angin yang berhembus, apalagi hujan turun. Semuanya serasa hampa. Semakin kusadari, dadaku semakin sesak. Aku terduduk kaku di sudut penderitaan, atau mungkin ditengah-tengah mereka yang sedang bahagia. Ah, apa itu bahagia? Aku sudah lupa. Ah! Nafasku makin tersengal, tak mampu lagi berucap. Sepertinya akan mati aku disini, sendirian. Lalu membusuk selamanya. Tapi sejenak aku ingat ini dimana. Ini hatimu. Tempat yang dulu ku tolak untuk masuki, tapi engkau terus-menerus membawaku menari kesini, kita rangkai tawa dan cerita yang mungkin sudah basi. Lalu engkau tiba-tiba pergi, akupun tak tahu, mungkin sementara. Namun kau tak kunjung datang, hingga kini aku membeku dan mematung dalam ruang hampa dan kosong ini, menunggu engkau mengajakku menari lagi atau mendorongku keluar. Tapi aku tak dapat menunggu lama, sisa nafasku tinggal hitungan jari.

Monday, January 5, 2015

Milda Gisma
You'll get suprised of how unpredictable I am.
Sometimes I loved you till I looses my breath, sometimes I hate you till I can screaming out loud.
Sometimes I just wanna hug you really tight and never wanna lost those night.
But sometimes I wanna kicked you out and don't wanna see you all day long.
Remember the rules? I'll let you be you, but let me be me.
Then I'll keep loving you.
Milda Gisma
Never ask me about love, you'll see how I messed it up and never ask to anyone because they'll say I'm insane.

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template