Wednesday, December 17, 2014

Untuk yang berkhianat, Semua ada masanya.

Milda Gisma

Aku dengar engkau bicara tentangku,
Aku dengar engkau bicara tentang kekasihku,
Aku juga dengar engkau bicara tentang temanku, tentang sahabatku.
Mendengarnya justru ingin membuatku tertawa terbahak-bahak.
Menyadari bahwa; Engkau masih memperhatikan aku! Hahahaha.

Yah, walaupun mereka bilang bahwa yang engkau katakan adalah tentang segala hal yang menjatuhkan aku. Engkau rendahkan yang lain agar dirimu nampak tinggi. Sungguh, tawaku tak tertahan mendengarnya.

Sesaat setelah tertawa justru aku menaruh rasa kasihan.
Entah apa yang engkau fikirkan.
Merasa tersaingi kah kebahagiaanmu?
Merasa ingin diperhatikan kah?
Sebegitunya engkau-

Oh tapi sayang sekali, sepertinya tidak berhasil.
Mereka tahu siapa yang jelas bahagia.
Mereka tahu siapa yang benar disini.
Mereka tahu harus berlari ke arah siapa.
Semua ada masanya, sayang.

Ingatlah satu kalimatku ini; Suatu saat engkau akan rasakan lebih dari yang engkau beri, tuhan tidak tidur. Tuhan tahu siapa yang benar. Dan jika saat itu datang, dan engkau akan menangis darah ke arahku. Engkau akan meronta-ronta meminta maafku. Tapi sayang, aku biarlah tuhan saja yang bekerja. Engkau akan rasakan pahitnya hingga sesak menghampirimu, dan tenggorokanmu terasa pahit untuk berkata-kata lagi.

                                                                     -Dari aku, yang engkau khianati.

Milda Gisma / Author & Editor

Kalau ada saran dan tambahan atau juga pertanyaan bisa dilampirkan di kolom komentar ya, makasih sudah berkunjung. luvv.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template