Tuesday, November 18, 2014

8, Lelaki dan wanita itu.

Milda Gisma
Semalam mata lelaki itu menatap tajam ke arah wanitanya, entah karna ridu yang mendalam, cinta yang mendalam atau bahkan ada hal lain. Dia memeluk wanita itu perlahan, sesekali dikecupnya. Wanita itu bingung "kenapa lelakiku?" Dia tersenyum simpul. Hingga berselingan diantara mereka terlelap, salah satunya pasti sedang mengelus lembut wajah atau rambutnya. Ah, terlalu romantis  ! Aku cemburu. Suatu waktu itu terucap sesuatu dari lelaki itu, dia mengucapkannya dengan raut serius, meski tak kulihat ada kerutan di dahinya. Namun disana terbentuk senyum nan ikhlas, sambil membelai wajah wanitanya, ia bicara. Tidak ada kata balasan dari wanitanya, tapi ia membalas dengan senyum yang sama. Senyum yang membuat lelakinya itu jatuh cinta, senyum itu. Setelah itu wanita itu memejamkan mata, berpura-pura tertidur. Padhal dia berteriak keras pada hatinya, ia berloncatan disana, hatinya bergejolak, jelas bahwa di bahagia. Meski dia tahu kata itu terlalu manis. Dia tahu dia tidak boleh terlalu terlihat sebahagia itu didepan lelakinya. Terkadang dia menyimpan banyak kata balasan untuk lelakinya. Atau perasaan senang yang begitu ingin ia katakan. Semua ditahannya. Dia takut, semuanya akan hilang lagi. Jadi, dia bertahan dengan cara seperti itu. Meski ia mungkin telah benar-benar jatuh hati pada lelakinya.

Milda Gisma / Author & Editor

Kalau ada saran dan tambahan atau juga pertanyaan bisa dilampirkan di kolom komentar ya, makasih sudah berkunjung. luvv.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template