Tuesday, November 18, 2014

Kemarin.

Milda Gisma

Malam kemarin itu aku mau tak mau harus mendatangi mereka. Jujur ada rindu yang begitu mendalam kepada mereka. Tapi bukan engkau! Aku menghampiri, bukan untuk engkau. Tawa dan senyumku pun bukan lagi milik engkau. You see? How happy I am? Yeah, you saw that. Engkaupun hanya bisa tertunduk disana, sesekali tak sengaja aku melihat tawa palsumu. Ah, rasanya waktu itu ingin saja langsung berhembus dari hadapanmu.

Entah mengapa, entah benci atau kecewa atau lelah. Aku tak ingin memandangmu lagi, sekalipun! Namun aku tidak munafik, aku memang pernah mencintaimu sebegitunya, berkorban untukmu sebesar itu, aku mempertaruhkan waktuku dan segala yang aku punya untukmu! Entahlah, aku sudah lelah. Memandangmu sekarang rasanya aku benci. Melihatmu rasanya sekarang tinggal kecewa tak berkesudahan. Semoga engkau temui yang lebih dari aku. Cari saja yang sekuat aku, bisakah kau temukan wanita yang dapat kau sakiti berbulan-bulan lamanya, engkau pukul hatinya seperti aku? Bisa? Bisaa?! Baguslah, senang mengetahuinya.

Milda Gisma / Author & Editor

Kalau ada saran dan tambahan atau juga pertanyaan bisa dilampirkan di kolom komentar ya, makasih sudah berkunjung. luvv.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template