Wednesday, October 22, 2014

SIA-SIA

Milda Gisma
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang mematikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir menghampiri.
Ah! Hatiku tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

                                                                  -Chairil Anwar, 1943

tuhanku, tuhanku... (chairil anwar)

I'll always addicted to you, chairil anwar.

Milda Gisma / Author & Editor

Kalau ada saran dan tambahan atau juga pertanyaan bisa dilampirkan di kolom komentar ya, makasih sudah berkunjung. luvv.

0 komentar:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template