Wednesday, October 22, 2014

Semoga saja-

Milda Gisma
YaAllah, aku banyak belajar dari masa laluku. Dimana sabar tidak dihargai, dimana kesetiaan hanyalah kata, dimana menjadi diri sendiri itu adalah salah dimata mereka, dimana menunggu tidak pernah ada akhirnya, dimana cara penyelesaian masalah tidak pernah ada. Dari masalalu saya belajar untuk selalu jadi sabar, saya belajar setia, saya belajar menjadi apa adanya diri saya agar yang siapapun yang datang akan terus mencintai saya apa adanya, saya belajar bertanya sekarang, saya belajar berbicara sekarang. Saya juga sadar bahwa yang lalu tidak akan pernah lebih baik dari yang sekarang. Mungkin itulah alasan saya tidak akan pernah tertarik untuk kembali ke mereka, meski hanya sekedar bercerita. Semoga saja engkau senantiasa memberikan bahagia dengan aku yg sekarang, yaAllah. Aamiin.

SIA-SIA

Milda Gisma
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang mematikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir menghampiri.
Ah! Hatiku tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

                                                                  -Chairil Anwar, 1943

tuhanku, tuhanku... (chairil anwar)

I'll always addicted to you, chairil anwar.

Monday, October 20, 2014

Sinis = Sombong? wesbiyasaaaaaaaa

Milda Gisma
Lo pada tau gak sih, terlahir dengan mata sinis itu rasanya .................................................................................
 Gak ada yang bisa ngerasain hal-hal yang lo rasain. misalkan nih ya, lo itu gak kenal sama tuh orang, yaudah pasti ga mungkin kan senyum sama mereka, ntar dikira lo kenapa lagi yakan. ya gak senyum. dan one day ketika lo udah enal deket sama dia, dia malah bilang "ih, dulu pertama gue ketemu lo, lo sinis banget ngeliat gue, emang gue salah apa?" hell ya, emang mata gue begini keleus. jadi gausah nyalahin gue plissss.

lo tau gak sih perasaan orang-orang yang matanya sinis. mereka itu jadi banyak diomongin banyak orang karena terkenal sinisnya, bahkan sama temen-temennya pacar lo yg baru lo kenal, lo bakal dicap si nyonya sinis. OH MY GOD, TELL ME WHY???????????!!!!!!!!!!!!

Padahal ya mereka itu gatau apa-apa tentang lo, lo gak senyumin mereka, bukan berarti lo sombong yakan. ditambah lagi mata lo itu minus, dan paling males namanya pake kacamata. yah, harus bisa nerima kenyataan bakal di cap sombong sama seantero kampus atau di kantor. I've been already accept that.

Padahal sebenernya kalo lo kenal lebih deket, orang yang sinis itu seru kok orangnya, suer deh, lo bahkan bisa tertawa terbahak-bahak dengan mereka, ngomongin banyak hal, dsb deh.

Tapi, yaudah kami nerima kenyataan kok sebagai manusia yang diciptakan bermata sinis, kita nerima keadaan, dan kita bersyukur dengan apa yang dipunya.

Well, the rules is always gonna be ; "Don't judge a book by it's cover" and don't blame when my eyes staring cycnic. :)

Tuesday, October 14, 2014

Marahin Balik? think twice.

Milda Gisma
Pernah gak sih ngerasa marah banget sama pasangan sendiri?

Lagi marah banget ya sama pasangan sendiri? mungkin karena tingklah dia yang keterlaluan, atau mungkin perilakunya yang bikin kamu ilfeel terkadang, walaupun dia itu pacar kamu, ya tapi gak ilfeel2 banget sih ya, cuman ya gitu. kadang ngeselin. Atau mungkin pacar lo terlalu banyak omong hari itu, dan lo sendiri lagi gak mood buat bahas apapun meski dia ngomong sama lo udah kayak para mahasiswa yang demo ke gedung DPR, alias semangat banget. Atau justru lo yang bingung banget karena seharian pacar lo dieeeem aja, mungkin terkadang menung gajelas, pas makan diem, dia juga ga komentar apa-apa ttg film yang kalian tonton padahal biasanya kalian selalu ada aja yang dibicarain, iya kan? kesel banget kan ya? Pasti!

Mungkin kita bisa kesel berlipat-lipat ganda kalo pacar kita tiba-tiba bersikap aneh, dan berubah berjuta-juta derajat, hadeu lebay banget dah, wkwk. Disamping sikap dia yang lagi dingin, berbeda jauh, atau lagi menyerukan aksi diem dan peka-nya. kita tuh harus-banget-mesti-pokoknya harus bisa nyeimbangin dia. dalam kata lain, dia mungkin emang diem dan gak mau cerita ada masalah apasih sebenernya, tapi kita sebagai pacarnya juga seharusnya ngertiin dia, tetep bersikap manis kayak biasa, tetep manja mungkin. bukan malah ngeluh dan nambah-nambah api alias marah-marah gajelas. Udah kodratnya cewek sih buat paham dengan sikap cowok yang gampang berubah-ubah. Ya begini ya, kan kita cewek ya, perasaan kita itu lebih peka dibanding cowo, jadi sebenernya kita itu bisa ngerasain apasih yang cowok kita rasain, dan untuk beberapa cewek-cewek istimewa lainnya, yang dikasi anugrah sama tuhan untuk pandai membaca fikiran dan wajah. coba deh kalian pahami benar rasanya jadi mereka, udahlah sedih, murung, lagi banyak pikiran. kalian ngeluh pula, kalian marah pula. apa jadinya yeken? haha. ntar tuh cowo malah ngelampiasin marahnya ke kalian.

Kalian harus bisa menjadi pendengar yang paling baik ke mereka, buat mereka percaya kalau menceritakan semuanya dengan kalian mungkin akan meredam emosi yang sudah naik, meski kalian juga kadang gak memberi solusi yang baik. Yah paling banter juga kalian ngomong "Yaudah, kamu yg sabar ya sayang". Ahahaha, gapapa kok, kalimat itu emang sederhana. Tapi dengan kalian ucapin itu, pasangan jadi ngerasa ada loh yang mengerti perasaannya. dan mungkin mereka bakal mengecap kalian sebagai 'ini loh wanitaku, yang ternyata ada disaat-saat terburukku'. Yakali  juga mungkin dia bilang; 'Ih, calon ibu yang baik nih'. YAKALEEE. wkwk

Ya menurut aku sih ya, kalau kita lagi gondok kesel banget sama pacar kita karena sikapnya yang aneh tiba-tiba. Kita harus menyikapinya dengan kepala dingin, dengan hati yang sabar, ikhlas banget kalopun harus jadi pelampiasan kemarahannya. Tenang aja, mereka sendiri juga tau kok mereka harusnya marah ke siapa, toh kalo mereka marahin kamu, mereka sadar mereka marah sama orang yang salah. Sebab dalam hatinya tau, kamu cuman pengen nenangin dia. Begini aja sih, kalau pacar kita tiba-tiba cuek ya coba deh bujukin jalan, pergi nonton bareng, atau sekedar makan diluar bentar. Manja sama dia, disms atau bbm juga ya kayak anak ABG yang baru pacaran deh pokoknya. Jangan sedikitpun mancing kemarahannya. Buat dia ngerasa kamu ada. buat dia ngerasa tenang.

Kalau aja kalian marahin balik.......
BEUH..
JANGAN...
PARAH...
RUNYAM...
BERABE...
TEWAS...
ya gitu, kalau kalian kerjaannya malah ngeluh dan marahin balik yang ada emosi dia malah naik, dan bahkaaaaaaaannnn dia gabakal ngehubungin lo selama dia masih emosi dan lu terus-terusan kepo tingkat dewa gitu. percaya deh. kalau cowok lagi emosi, jangan emosi balik, sumpah demi apa si doi malah bakal meledak-ledak emosinya. Dan gak jarang sih lu bakal lost contact sama dia slama bbrp hari atau bahkan yang paling parah itu dia-bakal-mutusin-elo. JEDARRR JEDERRRR. wkwk. 

Makanya, yaudin tahan aja emosi lu ya girls. Emang udah kodrat cewek sih berhati sabar dan pandai nahan emosi. Kalau lo ga bisa, sampai kapanpun lo gabisa punya anak, suer. Perjuangan sabar dan pandai nahan emosi lo itu bakal berujung kebaikan pada masa depan lo, yakin dah. Ntar dengan siapapun lo nikah, mereka bakal sayang banget sama lo. Begitu juga anak-anak lo pasti terinspirasi sama lo. anak cewek bakal pengen jadi wanita seperti elo, dan yang cowok bakal nyari wanita yang sesabar elo. 

Inget: "Man Shabara Zhafira" - Siapa yang sabar maka akan beruntung. 

Yay, sekianlah cerewetan gue hari ini, kiss love and hug! muah-

Sunday, October 12, 2014

Entahlah.

Milda Gisma
Aku tidak punya kata-kata,
Kali ini aku berpikir keras,
Engkaupun lebih sering tampak termenung,

Aku dan engkau mungkin sedang sama-sama mencari,
Atau mungkin kita berdua hanya ingin sejenak diam.
Padahal kita sedang mencoba mewarnai apa yang menjadi kelabu kemarin.

Seperti ada yang hilang diantara kita,
meski kita sedang saling menggenggam.
ataukah ia mungkin sedang bersembunyi?
mungkin mencoba menguji kita sesaat?
tapi sepertinya ada rasa kecewa yang lebih tinggi.
sepertinya tidak dapat terkalahkan lagi oleh kita.

Harusnya kita saling bertanya masih adakah cinta.
Tapi kita memilih diam, mungkin terlalu takut untuk mengetahui jawabannya.

Tapi, entahlah.
Aku diam saja.

Friday, October 10, 2014

Antara dua orang yang sama-sama MATI

Milda Gisma
Engkau berada disisinya setiap waktu. Dia tak sadar.
Engkau berada disisinya saat keadaan terburuknya. Dia tak sadar.
Engkau menyembunyikan suatu kejutan manis dari waktu lama untuknya. Dia tak sadar.
Engkau memujinya didepan semua orang. Dia tak sadar.
Engkau menulis tentangnya dimanapun. Dia tak sadar.
Engkau terus berusaha bertahan disisinya. Dia tak sadar.
Engkau terus disana meski dia memakimu. Dia tak sadar.
Engkau masih saja mempertahankannya. Dia tak sadar.
Engkau mendoakannya pada tiap ibadahnya. Dia tak sadar.
Engkau tersenyum hanya untuknya. Dia tak sadar.
Engkau jadi suka bercerita panjang lebar. Dia tak sadar.
Engkau menungguinya malam itu. Dia tak sadar.
Engkau berusaha untuk terus setia. Dia tak sadar.
Engkau sesekali mencoba hilang agar dicarinya. Dia tak sadar.
Engkau kadang diam tanpa kata. Dia tak sadar.
Engkaulah yang selalu ada disaat saat ia susah. Dia tak pernah sadar.
Engkau masih saja mencintainya. Tapi sayangnya, mungkin dia memang tak akan pernah sadar.
Engkau harus melupakannya dan berhenti mencintainya. Tapi engkau tak sadar.

-Antara dua orang yang sama-sama MATI

Dan jika..

Milda Gisma
Cinta itu bukan untuk saling memenangkan pendapat, cinta seharusnya tentang saling mendengarkan.
Cinta itu bukan untuk saling menyalahkan, tapi seharusnya saling mengerti.
Cinta bukan hanya saat engkau punya segalanya, tapi cinta adalah cinta ketika engkau tak punya apapun.

Dan jika suatu saat aku tak punya apapun, bahkan jika suatu saat aku kehilangan ingatanku. apakah engkau masih disana?

Monday, October 6, 2014

Aku dan Engkau

Milda Gisma
Aku adalah tulisan yang berulang kali engkau baca, tapi tak pernah engkau pahami. Aku adalah dedaunan kering yang berserakan, sebab engkaulah anginnya. Aku mulanya adalah air dingin, lalu kemudian kian memanas, karena engkaulah apinya. Aku adalah kertas putih, tapi kian usang karena engkau tak juga menuliskan apapun padaku. Aku seperti langit yang indah berukir awan, tapi engkau adalah bumi, kita tak bersentuhan. Aku bagaikan Air di gurun hampa, tapi engkau membiarkan aku hilang karena engkau mataharinya. Aku adalah bulan ketika malam hari, tapi cahayaku tak tampak, karena engkau awan tebalnya. Aku gula pemanis minuman mereka, tapi engkaulah semutnya. 

Aku tak pernah jadi aku seutuhnya, semua telah aku bagikan padamu, bahkan aku biarkan aku menjadi tak berarti, asal engkau tetap ada. Aku tak menjadi aku, karena engkau ada. Tapi kita akan selalu begini, karena ternyata pada akhirnya; Aku dan engkau akan selalu menjadi kita.

Sunday, October 5, 2014

Dia bilang begitu kepada engkau.

Milda Gisma

Dia bilang engkau wanita terbaik, tapi dia mengacuhkanmu
Dia bilang engkau yang tercantik, tapi dia mengeluh ketika engkau tak berdandan.
Dia bilang engkau yang paling pas jika berada disampingnya, tapi dia tidak menggandengmu.
Dia bilang ada sisa makanan dimulutmu, tapi dia tak membantu membersihkannya. 
Dia bilang akan selalu menjagamu, tapi dia tak mengantarmu pulang malam itu.
Dia bilang engkau istimewa, tapi dia melihat wanita lain saat berjalan dengamu.
Dia bilang dia memujamu, tapi kemarin dia memakimu dengan parahnya.
Dia bilang engkau wanita paling sempurna, tapi kemarin dia mencari wanita lain
Dia bilang dia tak bisa hidup tanpamu, tapi hingga kini dia belum juga mati
Dia bilang dia mencintaimu, tapi kemarin dia yang meninggalkanmu.
Dia selalu bilang begitu, tapi engkau selalu berlagak paham.
Dia selalu bilang begitu, tapi semakin lama engkaupun tak lagi berfikir.
Dia selalu bilang begitu, tapi engkau makin mencintainya.
Dan ketika aku katakan ini, apakah engkau masih mencintainya?
Jika iya, akan aku ceritakan yang lebih pedih. 
Hingga engkau menangis darah, dan melupakannya.

                                                                                                                               - Mildagisma

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Distributed By Blogger Template